Ketika berbicara tentang kerusakan Bumi saya teringat film animasi The Lorax. Ya, saya akan ingatkan sedikit, film ini berkisah tentang seorang anak bernama Ted Wiggins yang mencari tahu mengenai keberadaan pohon asli. Ted hidup di sebuah kota buatan bernama Thneed-ville.
Suatu saat Ted jatuh hati kepada seorang anak perempuan bernama Audrey yang memimpikan melihat pohon asli. Lalu, Ted pun berusaha mencari tahu. Berdasarkan informasi dari neneknya, Ted pergi ke luar kota bertemu Once-ler yang mengisahkan asal-muasal keadaan bumi yang telah menjadi gersang. Pertemuannya dengan Once-ler pun membuatnya tersadar mengenai kondisi bumi yang ternyata sangat berbeda dengan yang ada di Thneed-ville.
Di Thneed-ville semua elemennya adalah buatan manusia. Penduduk kota ini harus rutin membeli udara kemasan agar bisa merasakan udara bersih. Kota tersebut tidak ada rumput dan pohon asli, semuanya terbuat dari plastik yang telah dimodifikasi. Bahkan makanan mereka yaitu brokili adalah sejenis jelly organik yang dicetak menyerupai brokoli.
Pertemuannya dengan Once-ler memberinya pengetahuan akan keserakahan manusia sehingga berdampak langsung pada lingkungan tempat dia hidup. Kisah pertemuannya dengan Lorax sang penjaga pepohonan membuatnya harus memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya di masa lalu dengan memberikan misi penting kepada Ted.
Thneed-ville sangat mungkin merupakan representasi dari masa depan sebuah kota. Hal tersebut tentunya dimulai dengan perusakan lingkungan, misalnya saja penebangan hutan yang berlebihan, polusi air dan udara yang mungkin diakibatkan oleh kendaraan bermotor.
Ketika melihat Thneed-ville dalam The Lorax, saya membayangkan kota Jakarta. Kota padat penduduk yang penuh dengan kendaraan bermotor yang sangat mungkin menambah polusi. Pohonpohon di jalan sudah sedikit sekali terlihat, mungkin di alokasikan pada hutan kota, namun tetap saja Jakarta sangat mungkin menjadi Thneed-ville.
Ketika polusi meningkat pohonlah yang menjatah oksigen untuk manusia di pagi hingga siang hari. Jika pohonpohon hanya ada di sebuah hutan kota, kecil kemungkinan warga dan pengendara merasakan oksigen dari pohon tersebut.
Walaupun demikian, saya sangat percaya warga dan pemerintah Jakarta adalah orangorang yang cerdas dan tidak menginginkan kotanya menjadi seperti Thneed-ville. Dalam menurunkan polusi udara misalnya sudah ada bahan bakar gas(BBG) untuk pengganti bahan bakar minyak(BBM) yang kurang ramah lingkungan dalam segi pembakaran. Pemerintah memang sudah memulainya misalnya dengan TransJakarta dan Bajaj BBG yang keduanya menggunakan energi gas bumi. Terakhir adalah pelestarian pohon, mungkin dengan reboisasi dengan konteks lahan di pinggir jalan dan memperkecil jumlah kendaraan bermotor untuk membersihkan Jakarta dari polusi.
Memang ada kemungkinan Jakarta menjadi seperti Thneed-ville. Hal tersebut akan terjawab dengan sebuah pertanyaan, bagaimana warga dan pemerintah menjaga kota tersebut? Thneed-ville dalam film The Lorax adalah sebuah contoh yang jelas untuk kita semua atas dampak perusakan lingkungan. Semestinya lakukan perbaikan segera atau pilihan selanjutnya adalah Bumi tidak dapat diperbaiki.
Sumber:
http://www.jagatreview.com/2012/03/the-lorax-kisah-satire-mengenai-lingkungan-hidup/
Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

0 komentar:
Posting Komentar