WHAT'S NEW?
Loading...

Menilik Batam, Nagoya, dan PGN: Pengaliran Energi Baik



Batam adalah nama sebuah kota di provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kota Batam merupakan sebuah pulau yang sangat strategis, sebab terletak di jalur pelayaran internasional. Kota ini memiliki jarak yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Kota Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Kota Batam dibangun kurang lebih pada tahun 1970 dan  hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk. 

Penghuni Pulau Batam pertama kali adalah orang melayu dengan sebutan orang selat. Pulau Batam merupakan medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan penjajah, dan kemudian hari dijadikan nama sebuah lapangan terbang atau Bandara. Pemerintah Indonesia pada dekade 1960-an menjadikan Kota Batam sebagai kota berbasis logistik minyak bumi di Pulau Sambu.

Tujuan awalnya yakni; menjadikan Batam sebagai Singapura-nya Indonesia, maka sesuai Keputusan Presiden nomor 41 tahun 1973, Pulau Batam ditetapkan sebagai lingkungan kerja daerah industri dengan didukung oleh Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau Badan Otorita Batam (BOB) sebagai penggerak pembangunan Batam.

Berkaitan dengan itu salah satu perusahaan mapan milik Negara  PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang sudah berdiri di kawasan bisnis Batam sepanjang 18,3 kilometer (km) akan menyalurkan gas bumi ke wilayah Nagoya, Lubuk Baja, dan Jodoh di Batam. Infrastruktur pipa gas bumi ini akan memasok gas ke jasa komersil seperti hotel dan restoran di kawasan Nagoya. Selain itu, jarigan ini juga akan memasok Energi Baik ini ke beberapa industri di Batam.

PGN telah mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang 123 km. Dengan adanya tambahan proyek pipa gas di Nagoya ini, total panjang pipa distribusi gas bumi di Batam menjadi 141,3 km. Dengan rincian pengaliran Energi Baik ke 750 rumah tangga, delapan pembangkit listrik, 29 industri besar, 37 usaha komersil dan UKM.

Selain itu PGN juga sedang menyelesaikan proyek jaringan pipa gas bumi lainnya di Batam, salah satunya penyambungan pipa gas bumi rumah tangga yang dibangun dengan biaya sendiri dan penugasan dari Kementerian ESDM. Proyek tersebut yakni dari Program PGN Sayang Ibu akan dipasang sambungan gas rumah tangga sebanyak 500 rumah dan 4.000 sambungan gas rumah tangga dari penugasan Kementerian ESDM ke PGN di Batam.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi 

0 komentar:

Posting Komentar